Jum’at, 05 Juli 2013
Ust. A. Bachtiar
ILMU
BAG.2
KEUTAMAAN ILMU
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (QS. An Nisa 113)
Ilmu itu adalah karunia
“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al Fatihah ayat 7)
Yang dimurkai adalah
orang-orang yahudi
Orang yahudi mengenal kebenaran namun tidak mau menerima kebenaran
tersebut karena orang yahudi mengenal kebenaran sebagaimana mereka mengenal
anak mereka. Contoh; ketika ada keramaian dan anak dia (yahudi) menangis maka
yang dia cari terlebih dahulu adalah anaknya yang menangis.
Dan yang
zalim adalah orang nasrani.
Orang nasrani cinta dengan ibadah namun tidak
berilmu, karena menjadikan manusia sebagai Tuhan
Maka orang barat bisa jaya diakibatkan mereka
meninggalkan agamanya (masuk islam), dan orang islam banyak yang hancur
diakibatkan mereka meninggalkan agamanya.
Di dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Amr bin
Al-Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak
akan mencabut ilmu secara sekaligus. Akan tetapi, Allah mencabut ilmu dengan
mewafatkan para ulama. Apabila tidak tersisa lagi orang yang berilmu, maka
manusia mengangkat pemimpin yang bodoh, mereka ditanyai dan berfatwa tanpa
didasari ilmu, mereka sesat lagi menyesatkan.”
- Pekan Akan Datang
Fungsi ilmu dan karakter orang yg
berilmu
- Tugas
Adab-adab majelis ilmu dan adab
menuntu ilmu
